Analisis Kebijakan Akuntansi Keuangan dalam Penetapan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada APBD Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2024
DOI:
https://doi.org/10.61132/jbep.v2i4.2090Keywords:
Akuntansi Pemerintah Daerah, APBD, Konservatisme, SILPA, Substansi Laporan KeuanganAbstract
Local government accounting policies provide the foundation for financial reporting. The Budget Realization Report (LRA) compares budgeted and actual figures, with the resulting balance recorded as the Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA, excess financing surplus). This study in East Lombok Regency aims to quantify the SILPA in the 2024 APBD and to analyze the financial accounting policies used in its determination. A descriptive approach combining qualitative and quantitative methods was applied. Data were collected via structured interviews with local finance officials, observations, and document analysis of APBD financial reports. Qualitative data were reduced and presented to describe policy factors, while quantitative analysis computed the SILPA value. Results show the 2024 LRA recorded a SILPA of IDR 6,414,658,153.17, indicating unused budget funds. These funds will finance the 2025 budget deficit for investment and equity in regional companies. The accounting policy for SILPA determination considered key principles such as prudence, substance over form, and materiality, in accordance with government accounting standards (e.g. applying the conservatism principle to avoid recognizing uncertain revenues). This analysis highlights how regional financial policies influence the management of budget surpluses.Downloads
References
Ahan, Herlina. (2020). Analisis Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2018. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Samarinda.
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Darise, Nurlan. (2008). Akuntansi Keuangan Daerah (Akuntansi Sektor Publik). Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Darmadi, Dandi. (2021). Administrasi Keuangan Daerah. Malang Jawa Timur: Empat Dua Media.
Davey, K. J. (1988). Pembiayaan Pemerintah Daerah. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Devas, Nick, Brian Binder, dkk. (1989). Keuangan Pemerintah Daerah Di Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
Fahmi, Irham. (2014). Manajemen Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: Alfabeta.
Ghony, M. Djunaidi dan Fauzan Almanshur. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: AR-Ruzz Media.
Hakim, Azis Rachman dan Ritonga, Irwan Taufiq. Identifikasi Faktor-Faktor yang Menyebabkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo). Jurnal. UGM Yogyakarta.
Halim, Abdul dan Muhammad Syam Kusufi. (2012). Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Halim, Abdul. (2014). Manajemen Keuangan Sektor Publik, Problematika Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah. Jakarta: Salemba Empat.
Harun, Hamroli. Menetapkan Program Sosialisasi untuk Peningkatan PAD, Analisis Peningkatan PAD, Menghitung Potensi Pajak dan Retribusi Daerah. Yogyakarta: Universitas Janabadra.
Khusaini, Moh. (2018). Keuangan Daerah. Malang: UB Press.
Kieso, Weygant, D.E, dan Waarfield T.D. (2020). Akuntansi Keuangan Menengah Volume 1 (Edisi IFRS). Jakarta: Penerbit Salemba.
Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Margono. (2013). Otonomi Daerah Solusi dan Permasalahannya. Yogyakarta: Andhi.
Moleong, L.J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mubyarto. Prospek Otonomi Daerah dan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Ekonomi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Munaf, Dicky Rezady. (2013). Kajian Tata Cara Pencapaian Kinerja Rencana Strategis Berdasarkan Indikator Kinerja RPJMN 2010 -2014. {Journal article}. Institude Teknologi Bandung.
Nasehudin, Toto Syatori dan Nanang Gozali. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.
Nazir, Moh. (2017). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Palumpun, Iren Eryenci Batara. (2022). Analisis Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah di Era Otonomi Pada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Tesis, Makassar: Program Studi Magister Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019. Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. JDIH BPK RI. peraturan.bpk.go.id
Putra, Windhu. (2018). Tata Kelola Keuangan Daerah. Depok: Rajawali Pers Divisi Buku Perguruan Tinggi PT. Raja Grafindo Persada.
Safitri, Safira Solga dkk. (2022). Analisis Penyebab dan Dampak Adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jember Jawa Timur. https://doi.org/10.19184/ejeba.v9i2.30420
Siahaan, P Marihot. (2020). Pajak Daerah Retribusi Daerah. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Soekarwo. (2003). Berbagai Permasalahan Keuangan Daerah. Surabaya: Airlangga University Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, V. Wiratna. Analisis Laporan Keuangan, Teori, Aplikasi dan Hasil Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sumenge, Ariel Sharon. (2013). Analisis Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Minahasa Selatan. {ejournal unsrat}. Universitas Sam Ratulangi Manado.
Suryanto. (2019). Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah di Indonesia. Departemen Administrasi Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung. https://doi.org/10.34010/agregasi.v7i2.2584
Tanjung, Abdul Hafiz. (2009). Akuntansi Pemerintahan Daerah. Bandung: Alfabeta.
Tanjung, Abdul Hafiz. (2009). Penatausahaan dan Akuntansi Keuangan Daerah untuk SKPD. Jakarta: Salemba Empat.
Tanjung, Abdul Hafiz. (2014). Akuntansi, Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Publik. Yogyakarta: BPFE UGM.
Trisna Halim, M. (2023). Analisis Pola Hubungan Kemandirian dan Kemampuan Keuangan Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2022. Skripsi, ITSKes Muhammadiyah Selong.
Tunas, Derlina Sutria. (2013). Efektivitas Penagihan Tunggakan Pajak Dengan Menggunakan Surat Paksa Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Manado. {ejournal unsrat}. Universitas Sam Ratulangi Manado.
Undang-undang Otonomi Daerah Terbaru. (2007). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Utomo, Danang Prio. (2011). Analisa Rasio Keuangan APBD sebagai Tolak Ukur Penilaian Kinerja Keuangan Pada Pemda Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2007-2009. Selong: Universitas Hamzanwadi Selong. https://doi.org/10.29408/edc.v6i2.30
Verawaty, Septiani Fransisca dan Richa Rahmawati. (2017). Determinant Tingka Kemamdirian Keuangan Daerah Pada Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal. Palembang.
Visiyustisia, Tim. (2015). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pemerintah Daerah dan Perubahannya. Jakarta: PT. Visi Media Pustaka.
Wiratmo, Masykur. (2001). Manajemen Penggalian Potensi Penerimaan Daerah. {Workshop Manajemen Perencanaan Penerimaan Daerah}. Yogyakarta: Siaga project dan Stie. Universitas Gadjah Mada.
Wulandari, Phaureula Artha dan Iryani Emy. (2017). Pajak Daerah Dalam Pendapatan Asli Daerah. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


